Pernah melihat pelanggan terkejut saat total pembayaran di kasir ternyata lebih tinggi dari harga yang tertera di menu atau katalog? Situasi seperti ini sering terjadi ketika bisnis menerapkan biaya tambahan seperti service charge dan service tax, tetapi pelanggan belum memahami rinciannya sejak awal.
Di sisi lain, pemilik usaha juga perlu memastikan setiap biaya yang dikenakan tercatat dengan benar. Jika perhitungannya masih manual, risiko salah hitung tentu lebih besar. Akibatnya, laporan penjualan bisa tidak akurat dan proses operasional menjadi kurang efisien.
Oleh karena itu, memahami service charge dan service tax menjadi hal yang penting bagi berbagai jenis usaha. Tidak hanya restoran, tetapi juga kafe, hotel, tempat hiburan, pusat kebugaran, salon, hingga berbagai bisnis jasa lainnya. Dengan pengelolaan yang tepat, bisnis dapat memberikan informasi yang jelas kepada pelanggan sekaligus menjaga akurasi transaksi di kasir.
Baca juga: 8 Cara Membuat Membership Menarik Bikin Balik Lagi
Apa Itu Service Charge dan Service Tax?
Secara sederhana, service charge dan service tax adalah biaya layanan dan pajak yang ditambahkan ke dalam total transaksi pelanggan. Kedua komponen ini sering muncul bersamaan pada struk pembayaran. Namun, sebenarnya keduanya memiliki fungsi yang berbeda.
Service charge merupakan biaya layanan yang ditetapkan oleh perusahaan atau pengelola usaha. Sementara itu, service tax atau pajak layanan merupakan pungutan pajak yang dikenakan sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku.
Karena memiliki tujuan berbeda, pelaku usaha perlu memahami cara penerapannya agar tidak terjadi kesalahan saat menghitung total pembayaran pelanggan.
Apa Itu Service Charge?
Service charge adalah biaya layanan yang ditambahkan ke tagihan pelanggan sebagai bentuk kompensasi atas pelayanan yang diberikan oleh bisnis.
Besaran service charge biasanya ditentukan oleh kebijakan masing-masing usaha. Misalnya 5%, 7%, atau bahkan hingga 11% dari total transaksi sebelum pajak.
Dalam praktiknya, biaya ini sering digunakan oleh:
- Restoran
- Kafe
- Hotel
- Karaoke
- Tempat billiard
- Spa dan salon
- Tempat hiburan keluarga
- Pusat kebugaran
- Bisnis jasa lainnya
Karena berasal dari kebijakan perusahaan, service charge bukan termasuk pajak negara. Oleh sebab itu, pengelola usaha dapat menentukan besarannya sesuai kebutuhan operasional dan ketentuan yang berlaku.
Banyak orang menyebut service charge sebagai biaya layanan atau harga layanan karena biaya tersebut berkaitan langsung dengan pelayanan yang diterima pelanggan.
Apa Itu Service Tax?
Berbeda dengan service charge, service tax merupakan pajak yang dikenakan atas transaksi tertentu sesuai regulasi yang berlaku.
Di Indonesia, istilah service tax sering dikaitkan dengan berbagai jenis pajak yang diterapkan pada sektor usaha tertentu, seperti:
- PPN (Pajak Pertambahan Nilai)
- PB1 atau Pajak Barang dan Jasa Tertentu pada sektor tertentu
- Pajak pelayanan daerah sesuai ketentuan pemerintah daerah
Karena termasuk unsur perpajakan, besaran tarifnya mengikuti aturan yang berlaku dan tidak ditentukan secara bebas oleh pemilik usaha.
Oleh sebab itu, pelaku usaha perlu memastikan sistem kasir mampu menghitung pajak secara otomatis agar nominal yang muncul pada transaksi selalu akurat.
Baca juga: Apa Itu Open Bill? Pahami Sebelum Buka Usaha FnB
Perbedaan Service Charge dan Service Tax
Masih banyak orang yang menganggap kedua istilah ini sama. Padahal terdapat beberapa perbedaan mendasar.
1. Tujuan Penerapan
Service charge bertujuan sebagai biaya layanan yang diberikan perusahaan kepada pelanggan. Sebaliknya, service tax bertujuan memenuhi kewajiban perpajakan sesuai regulasi pemerintah.
2. Penentu Besaran Tarif
Service charge ditentukan oleh kebijakan bisnis. Sementara itu, service tax mengikuti aturan perpajakan yang berlaku.
3. Fungsi Dalam Transaksi
Service charge berhubungan dengan kualitas dan operasional pelayanan. Sedangkan service tax berhubungan dengan kewajiban pajak atas transaksi yang dilakukan pelanggan.
4. Pengelolaan Dana
Dana service charge biasanya dikelola oleh perusahaan sesuai kebijakan internal. Sementara dana pajak harus dilaporkan dan disetorkan sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku.
Inilah alasan mengapa memahami perbedaan service charge dan service tax maupun perbedaan service charge dan tax sangat penting bagi pemilik usaha.
Mengapa Service Charge dan Pajak Harus Dihitung Dengan Tepat?
Kesalahan kecil dalam perhitungan bisa berdampak besar terhadap operasional bisnis. Misalnya, kasir salah memasukkan persentase pajak atau biaya layanan. Akibatnya, nominal pembayaran pelanggan menjadi tidak sesuai.
Selain itu, laporan penjualan harian juga dapat mengalami selisih. Jika kondisi tersebut terus terjadi, proses audit dan rekonsiliasi keuangan akan semakin rumit. Oleh karena itu, bisnis modern umumnya menggunakan sistem kasir digital yang mampu menghitung biaya layanan dan pajak secara otomatis.
Dengan cara ini, setiap transaksi akan memiliki perhitungan yang konsisten tanpa perlu menghitung manual berulang kali.
Penerapan Tax and Service Restoran
Salah satu industri yang paling sering menerapkan tax and service restoran adalah bisnis kuliner. Sebagai contoh, pelanggan memesan makanan dan minuman dengan total Rp100.000.
Kemudian restoran menerapkan:
- Service charge 5%
- Pajak 10%
Maka sistem akan menghitung:
- Total belanja: Rp100.000
- Service charge: Rp5.000
- Pajak: Rp10.500
- Total pembayaran: Rp115.500
Perhitungan seperti ini harus dilakukan secara konsisten agar pelanggan memperoleh rincian transaksi yang jelas.
Selain restoran, konsep tax service restoran juga banyak diterapkan pada kafe, lounge, hotel, dan berbagai bisnis hospitality lainnya.
Tantangan Menghitung Service Charge dan Pajak Secara Manual
Menghitung service charge dan service tax secara manual mungkin terlihat mudah ketika transaksi masih sedikit. Namun, situasinya akan berbeda ketika bisnis mulai ramai.
Beberapa kendala yang sering muncul antara lain:
- Salah memasukkan persentase pajak
- Kesalahan perhitungan biaya layanan
- Nominal pembayaran tidak sesuai
- Proses kasir menjadi lebih lambat
- Sulit membuat laporan penjualan yang akurat
- Potensi komplain pelanggan akibat kesalahan tagihan
Oleh karena itu, otomatisasi menjadi solusi yang lebih praktis untuk membantu operasional sehari-hari.
Baca juga: Split Payment Itu Apa? Solusi Pembayaran Disukai Pelanggan
Atur Service Charge dan Service Tax Lebih Mudah Dengan AKU MPOS
Agar perhitungan service charge dan service tax lebih praktis dan akurat, pemilik bisnis dapat menggunakan AKU MPOS. Melalui fitur pengaturan pajak, pengguna dapat menentukan besaran pajak maupun biaya tambahan sesuai kebutuhan usaha.
Setelah diatur, sistem akan otomatis mengakumulasi total belanja pelanggan dengan pajak yang berlaku sehingga kasir tidak perlu menghitung secara manual setiap transaksi.
Cara mengatur pajak di AKU MPOS sangat mudah:
- Buka dan login akun AKU MPOS.
- Klik Setting, lalu tekan Admin.
- Pilih My Account, kemudian klik Edit.
- Scroll ke bawah dan cari menu Store Tax untuk memilih serta mengatur jenis pajak beserta besarannya.
- Simpan perubahan yang telah dilakukan.
Setelah pengaturan berhasil disimpan, total transaksi akan otomatis menyesuaikan dengan besaran pajak yang telah ditentukan. Dengan demikian, proses transaksi menjadi lebih cepat, perhitungan lebih akurat, dan laporan penjualan lebih rapi.
Jika bisnis Anda menerapkan biaya layanan, PPN, PB1, atau jenis pajak lainnya, AKU MPOS dapat membantu mengelola seluruh perhitungan tersebut secara otomatis sehingga operasional kasir berjalan lebih efisien dan profesional.
Ikuti AKU MPOS di Facebook, Instagram, Youtube, dan TikTok untuk informasi terbaru tentang update fitur, event, dan informasi seru seputar bisnis. KLIK DI SINI untuk menghubungi dan berdiskusi lebih lanjut dengan tim customer service kami yang siap membantu!